Halo. Saya deg-degan, jujur.
Postingan ini agak spesial buat saya. Kenapa? Karena ini merupakan episode pertama dari ‘Ngedrakor’. Terlebih, saya akan membahas Mr. Sunshine.
Di sini, saya sebagai pemula, tidak berniat
menulis ulasan. Membahas keunggulan ataupun kelemahan dari drakor ini (secara
teori). Kritik, saran. Saya merasa untuk membuat ulasan yang itu butuh landasan teori, sementara saya
hanya seneng-senengan aja. Anggap saya teman
kalian dan kita tengah mengobrol.
Untuk drama apik sekelas Mr.
Sunshine, jujur saya agak miris kenapa teman-teman saya yang juga sama
menggandrungi drakor sama-sekali tidak pernah mendengar judul drakor legendaris
ini. Karena dulu pun saya begitu.
Sebenarnya, saya sangat menyukai
drakor dan mengikuti media. Rekomendasi Drama Korea, Drama Korea Legendaris,
Drakor yang Gak Mulu Cinta-cintaan, dsb. Di twitter juga saya sangat mengikuti
kabar-kabar terbaru mengenai drakor maupun aktris/aktornya. Yang selalu saya
dapati ketika sedang mencari rekomendasi drakor di antranya ada Reply ’88,
Prison Playbook, Hospital Playlist, Because This Is My First Life, Signal, When
The Camellia Blooms, dan salah satunya ialah Mr. Sunshine.
Dulu saya sekedar mengetahui judulnya
saja, tidak ditonton. Karena genre yang tertera di Google hanya roman saja. Pemainnya
juga saya tidak pernah lihat, iya, parah banget, masa nggak tahu Lee Byung Hun?
Hahahahhahaah maklum dulu saya masih awam dengan aktor/aktris senior Korea
Selatan. Ditambah, dulu saya tidak terlalu suka saeguk, karena kesannya terlalu
membosankan, formal, dan saya suka tidak bisa membedakan antar pemain
kakek-kakek karena wajah mereka ditutupi jenggot; padahal peran mereka penting.
Drakor saeguk pertama saya Mr. Queen hahahhaha, dari sana saya mulai belajar
menonton saeguk.
Sampai akhirnya saya melihat Space
Sweepers. Di sana saya melihat Kim Tae Ri yang memerankan sosok Kapten Jang,
yang, beuh, keren abis. Iya, saya langsung nge-fans. Akhirnya saya menonton
Little Forest, salah-satu film yang juga dibintangi Kim Tae Ri. Lalu singkat
cerita, ada drakor on going berjudul Twenty Five Twenty One. Saya tergiur untuk
menonton, ada Kim Tae Ri-nya!!! Sempet girang banget. Tapi gak jadi nonton. Karena
pengen nonton Mr. Sunshine dulu. Gak tau kesurupan apa. Tiba-tiba kepikiran.
Dan akhirnya, saya melongo semaleman
untuk dua episode pertama…
Ini drama
produksinya berapa sih?
Kok penggunaan
bahasanya cantik banget?
Gimana bisa
kepikiran cerita sebagus ini?
Ini kisah
nyata apa bukan ya?
Serius ini actor
korea ngomong bahasa Jepang, kok fasih banget?!
Ahn Jeong
Won?! Lu beneran dokter lucu itu?! Gila kejem banget kok bisa-bisanya dia dapet
peran dokter baik hati di masa depan?
AHN JEONG
WON????
Ya, besoknya saya binge watch Mr. Sunshine.
Sepanjang nonton saya selalu
terkagum-kagum, menutup mulut, teriak emosi, dan lainnya. Tapi jujur saja, saya
kurang suka dengan romannya. Selalu saya skip. Gak tahu, kayak kurang suka
cinta-cintan yang terlalu roman banget gitu. Roman suka cuman kayak Ae Sin sama
Eugene tuh terlalu kayak jatohnya roman banget jujur gak dapet juga feel-nya. Saya ngeshipnya #AeSin_GuDongMae.
Unik aja, dan lebih bikin deg-degan.
Untuk tokoh favorit saya jatuh
kepada…
Kim Hee Sung.
Awalnya udah pesimis banget sama Hee
Sung tapi dia ramah banget dan bukan sekedar gimik. Yang paling bikin nangis
itu pas dia buka perusahaan Koran tanpa namanya dia, dan dia cuma nempelin
bunga aja di papan nama perusahaannya. If
you know, you know ok?. Gak mau spoiler keabanyakan.
Dan untuk tokoh yang paling saya
benci jatuh kepada… (selain Lee Wan Ik)
Hotaru.
Mungkin niat dia baik, tapi saya
masih kesel aja sampe sekarang.
Lalu episode yang paling rame
(menurut saya) jatuh kepada…
19.
Tidak hanya membuat emosi, drakor
ini memberi wawasan kepada siapapun yang menonton. Saya tidak pernah tahu bahwa
Korea Selatan pernah separah itu keadaannya. Dari mulai pengkhianat korup
sampai tergulingnya Kaisar Gojong. Saya sangat geram sepanjang nonton, sampai
saya tahu ternyata drakor ini merupakan kisah nyata. See? Saya jadi tahu tragedi 1871, 1905, 1907 di Joseon. Dan drakor
ini menjawab pertanyaan saya kenapa kebanyakan orang korea selalu sensitif mengenai
Jepang maupun China. Mereka, sampai sekarang sangat-sangat melindungi tradisi
Joseon dan mengingat kejadian-kejadian mengharukan di masa lalu yang terjadi
pada negaranya.
Untuk mereka yang sudah berjuang
menjunjung tinggi kedaulatan dan tidak menjual negaranya untuk memenuhi hasrat.
RIP.
Apakah drama ini layak ditonton? Jawaban
saya, sangat sangat sayang untuk dilewatkan.
Sekian, terima kasih sudah membaca. Untuk
kritik dan saran bisa langsung komen saja.
-E